Long Way #2: So, This is My Ring

Penantian 10 hari, akhirnya harus menjadi 11 hari. Cincin yang harusnya jadi tanggal 28, terpaksa diambil tanggal 29 karena Kokoh Bukit Emas mengirim SMS bahwa kerangka cincin gue sudah jadi, namun tenaga yang memasang zircon nggak masuk pada hari itu. Jadi, tanggal 29 sore gue izin dari kantor untuk mengambil cincin pesanan. Baca tulisan sebelumnya terkait cincin di tautan ini.

Sampai di CGC, ternyata ada dua orang selain gue yang juga mau ngambil cincin hari itu. Semuanya belum diberi grafir (nama), jadi gue harus menunggu agak lama. Memang mau musim kawin, nih, jelang dan sesudah puasa-lebaran. Untungnya, baik si Cici maupun Kokoh selalu ramah ngajak ngobrol, bahkan sampai disediakan air mineral segala selama menunggu. Rata-rata toko di CGC tutup jam 5 sore. Itulah alasan mengapa gue harus izin keluar kantor dan menembus kemacetan ibukota jelang jam pulang kerja (halah).

Sampai di toko, kok, gue jadi mupeng sama model-model lain, ya. Hahaha . . . Apa pesan lain lagi, nih, buat akad? Meskipun tergolong toko kecil, Bukit Emas menyediakan model cincin yang lucu-lucu. Lagipula, kita bisa diskusi model, sih, menurut gue. Tadinya, gue mau ngambil ketika jam makan siang, tapi Si Kokoh via SMS bilang cincin perlu difinishin dulu, setelah diberi zircon. Ya, mungkin maksudnya finishing itu diberi grafir de el el.

“Nih, punya Desi, yang jarinya kecil banget.” Kata Si Cici begitu cincin gue kelar. Setelah gue coba, cincin tersebut kemudian dimasukin kota berbentuk hati, dan gue menyelesaikan pembayaran. Oh iya, jangan lupa surat cincinnya disimpan. Berhubung gue jarang banget beli perhiasan, mungkin kalau Si Koko nggak mengingatkan surat cincinnya kemarin ketinggalan hahaha… Padahal itu penting banget kalau cincinnya mau dijual lagi *digebuk Argo*

Begini penilaian yang mau gue kasih ke Bukit Emas: Lo bisa request mau jadi cincinnya berapa hari. Di saat  toko lain meminta 2-3 minggu di musim kawin begini, gue bisa request 10 hari, meski harus nambah juga 1 hari lagi. Selain itu, pelayanan dari Si Cici dan Koko asyik, mereka bisa kasih lo pendapat hingga ngajak bercanda. Jadi, kegiatan cari cincin nggak tegang-tegang amat. Soal harga mungkin nggak beda jauh lah, ya, sama toko lain. So, kalau gue suatu hari berminat beli perhiasan ke CGC, gue berkemungkinan akan ke Bukit Emas lagi. Kalian bisa menghubungi toko Bukit Emas di nomor ponsel: 0811144700. Selamat berburu cincin!

Begini penampakan cincin jari kecil yang gue & Argo pesan: 20170329_202622

Iklan

Long Way #1: Ring, Ring, Ring

Dengan waktu yang dirasa cukup sempit, Sabtu 18 Maret kemarin, gue dan Argo mulai mencari cincin. Cincin ini akan digunakan saat lamaran sekaligus sebagai cincin kawin. Tempat yang kami datangi adalah Cikini Gold Center (CGC). Lumayan sulit untuk menemukan cincin yang cocok karena:

  1. Banyak toko di CGC tutup
  2. Ukuran jari gue yang kelewat kecil

Kami berkutat cukup lama mencoba cincin demi cincin di dua toko awal, yaitu Toko Kemenangan dan satu lagi gue lupa namanya. Jari gue ternyata berukuran 6. Iya 6! Kebanyak cincin cewek berukuran paling kecil 8 yang ready stock. Cincin bisa aja di-resize dengan menunggu satu jam, syaratnya tidak lebih dari dua nomor, misal dari 9 ke 7. Jika lebih dari itu, hiasan cincin bisa rusak.

Untung dua toko pertama itu punya pelayanan yang sangat ramah, jadi nggak keberatan ketika akhirnya kami nggak jadi beli. Sampai di titik ini, gue mulai stres. Tentu karena sebelumnya gue sudah membayangkan akan membawa pulang cincin saat itu juga. Akhirnya, setelah naik ke lantai atas lalu turun lagi, lalu muter-in ulang lantai dasar, kami diarahkan ke satu toko namanya Bukit Emas. Asiknya, di BE ini kita bisa request mau dibuatkan cincin berapa lama. Umumnya, pembuatan cincin memakan waktu 1-4 minggu tergantung load pesananan. Toko-toko sebelumnya meminta waktu 3-4 minggu, sedangkan kami butuh cincin itu sebelum tanggal 1 April. Ga sampe dua minggu.

Di Bukit Emas, Si Kokoh menyanggupi untuk membuat cincin dalam waktu 10 hari. Alhamdulillah. Setelah sreg sama satu model (dipengaruhi oleh faktor lelah juga, sih, jadi nggak pilih model yang neko-neko), kami akhirnya pesan cincin emas putih dengan hiasan batu Zicron di setengah kelilingnya. Totalnya sekitar 3,5 gram saat jadi nanti (sesuai ukuran jari manis tangan kanan gue). Per gram, BE mematok harga Rp400.000. Jika ingin ditambah berlian, waktu itu kami ditawarkan harga Rp100.000 per butirnya.

Untuk menghemat budget dan karena gue bukan tipe penggila jenis perhiasan, maka zicron tetap jadi pilihan. Biaya pembuatan adalah Rp450.000/cincin. Waktu itu, Si Kokoh meminta DP pembuatan 1 juta rupiah, sisanya dilunasi saat cincinnya selesai. Kami memang sepakat awalnya untuk nggak beli cincin buat Argo (emas memang nggak boleh, tapi bisa pakai paladium atau perak, kok) karena dia nggak nyaman pake perhiasan. Si Cici pemilik toko bilang, “Wah, itu modus biar nggak ketahuan sudah nikah, tuh!” Hahahaha sukurin! Oh iya, biaya 1 juta sekian itu sudah include grafik nama pasangan di dalam cincin.

Soal bentuk cincin yang sudah jadi, nanti Insya Allah akan gue post bareng tulisan ‘Long Way’ lainnya. Nggak sabar lihat bentuk cincin jadinya, semoga sesuai keinginan dan benar-benar cocok di jari gue. Bisa jadi, saat pengambilan cincin, gue jadi tertarik beli cincin untuk Argo :p

Oh, iya. Tadinya, kami ingin masuk ke toko emas Kenang karena toko ini direkomendasikan di Internet. Tapi, pengunjungnya lagi rame banget untuk ukuran toko sekecil itu. Saran gue, sih, coba cari-cari di toko lain. Worth it, kok. Kami juga berencana survei ke seputaran Blok M, tapi setelah berhasil menemukan Bukit Emas . . . ya nggak jadi. See you in the next post!

Someday We’ll Know

When i wrote this writing, i was listening to Someday We’ll Know. I ever wanted, someday, in my special day, this song be played because it has beautiful lyric.

Lalu, datanglah hari ini. Lagu itu masih tetap indah. Keinginan untuk memutar lagu ini di hari spesialpun masih ada. Tapi . . .

Saat kamu memegang kunci di mana semua orang mungkin berpikir kamulah yang akan memasuki pintu itu dengan semangat, tiba-tiba muncul pikiran apakah memang ini yang kamu sesungguhnya inginkan. Saat ini. Dengan seseorang yang kamu pilih.

Benarkan kamu ingin merasakan momen itu sekarang? Sekarang, saat kamu masih berada di titik nol dari memiliki apa-apa dan mencapai apa-apa. Katakanlah kamu memang ingin kamu dan dia berada di titik yang lebih aman. Kamu menginginkan dia. Sejak lama. Tapi, apakah benar-benar harus diwujudkan sekarang?

Namun, terkadang kamu juga merasakan bahwa kamu sangat inginkan tahap baru itu. Dengan dia, kamu merasa baik-baik saja.

 

 

Save Me from Myself

Bagaimana jika dalam hitungan hari hidupmu akan berubah banyak?

Bukan soal tidak bisa apa-apa lagi, tapi langkahmu mungkin saja akan memutar

Atau lebih berat karena ada beban, oh, maksudnya tanggung jawab baru

Tak lama lagi, waktu akan berjalan semakin cepat bagimu. Aku jamin.

Ada waktu untuk berubah pikiran. Konsekuensinya adalah akan ada yang dikorbankan.

Beranikah?

Jika tidak berubah pun, akan ada yang dikorbankan.

Berani?

Kamu kini butuh memeluk diri sendiri

Karena hanya dirimu yang mengerti dirimu

Dalam hitungan detik, tambahkan usahamu untuk meyakinkan diri

Bagaimanapun, ini adalah pilihan, maka jangan lemah dalam menanggung risiko