Finally, The W-Day

Its been two weeks after the day. Huft. Welcome to the new chapter.

I know I am not good enough to do routine writing, including about my marriage Juli 15 ago. Here, I will write about that special day again.

Sebenarnya, mood gue lagi kurang baik hari ini karena kondisi kesehatan yang juga lagi nggak stabil. Rutinitas baru sebagai istri (cie) bekerja dan tamu bulanan gue sinyalir sebagai penyebabnya, selain bolosnya gue dari mengonsumsi obat-obat dokter secara rutin. Yea, gue masih terdaftar sebagai pasien dokter saraf karena kasus migraine membandel. Semoga dengan menulis bisa meringankan sakit ini. *ea

Pernikahan gue dan Argo Alhamdulillah sudah terlaksana dengan lancar. Terima kasih untuk semua doa, dukungan, bantuan, dan tentu kehadiran keluarga, saudara, teman-teman, dan pihak-pihak siapa pun itu. Akhirnya rasa stres dua bulan persiapan sampai di garis finish dan benar, “ternyata prosesnya berlalu cepat, begitu saja”.  Pernikahan kami dilangsungkan di daerah Cilegon, bukan Jakarta, mengingat kediaman keluarga gue sekarang adalah di sana, di sebuah tempat bernama Roomvill Sari Kuring Indah, tempat yang sama di mana kakak perempuan gue menikah tahun 2014 lalu. Tamu yang kami undang memang tidak banyak. Maaf untuk siapa pun yang merasa keberatan atas hal ini. Alasannya; 1) memang sebagai calon pengantin (saat itu), gue dan Argo sama-sama ingin suasana pernikahan yang cenderung sederhana dan tidak terlalu ‘hectic’, 2) lokasi pernikahan yang cukup jauh dari pusat aktivitas kami sehari-hari membuat kami berpikir ulang untuk mengundang banyak teman yang tersebar. Jadilah acara pernikahan ini dihadiri oleh keluarga, teman kerja, teman-teman dekat, dan undangan yang dikenal keluarga (dalam hal ini kakak gue).

Ok, lets talk about all the bigs until the ‘printils’ on the wedding. Semoga info yang gue bagi bisa menjadi cerita atau sekadar inspirasi buat yang sedang merencanakan pernikahan. Yha!

 

  1. The gown and suit

Untuk pernikahan ini , gue dan Argo pakai jasa Ibu Eka sebagai seorang Wedding Organizer (WO). Beliau menyediakan semua hal yang kami butuhkan, termasuk koneksi tentunya, kecuali hal-hal yang memang ingin kami urus sendiri. Namun, seperti yang sudah gue tulis di postingan sebelumnya, gue dan Argo tetap pengen ada baju yang kami sediakan sendiri (selain satu pasang pakaian yang kami sewa dari salon yang koneksinya kami kenal dari Bu Eka juga). Baju yang kami sewa dipakai untuk akad, sedangkan baju yang kami sediakan sendiri dipakai untuk resepsi.

Dress yang gue buat berdasarkan inspirasi desain yang gue peroleh dari Internet (googling tjuy!) dengan banyak modifikasi tentunya. Penjahit yang berjasa membuat dress tersebut adalah Mas Komar dan tim dari Kiara Butik yang berlokasi di Jalan Nusantara Depok (081317192558).  Mas Komar bisa membuat dress sesuai yang gue mau dengan saran dari dia dengan tepat waktu. Plus kerudung basic dan kerudung tile penghias kepala. Padahal gue baru pertama kali jahit di sini. Harga cukup terjangkau setelah gue bandingkan dengan beberapa butik lain. You can call him If you need a help! Gue sampaikan bahwa gue pengen dress yang bisa buat gue mingle dengan tamu, yang nggak ribet, dan gue pengen pakai keds (nanti gue mention di poin berikutnya). Taraaaa~ bahkan beberapa teman yang datang ke resepsi suka dengan dress hasil Mas Komar ini. Aha!

Soal set suit yang dikenakan Argo juga sudah gue sampaikan di tulisan sebelumnya (plus harga). Suit itu kami dapatkan di Wood Bintaro XChange, sudah termasuk dasi kupu-kupu dan kemeja basic di dalamnya. Sebelumnya kami sudah muter-muter ke beberapa store dan harga set jas memang uwoh-uwoh, beruntunglah ada Woods yang saat itu sedang mengadakan diskon lumayan banget. Kata Argo, lumayan jasnya nanti bisa dipakai untuk acara gala dinner. Berasa after party Oscar, ya. Terserah mas-nya ajalah.

  1. The shoes

Ada cerita pas gue mengenakan pakaian dan sepatu akad dari salon. Di akad, gue diminta mengenakan high heels dan pakaian berupa kebaya pink-hijau sebelum akhirnya gue dibebaskan berasik-asik di resepsi dengan gaun anti-ribet dan keds. Gue waktu itu pake selop dengan heels setinggi 9 cm (cukup menjadi neraka buat gue). Selesai akad, setiap ada sesi foto dengan teman dan anggota keluarga, gue kerap harus bangun dari posisi duduk ke berdiri dan melebarkan ekor baju. Berulang kali. Buat gue yang terbiasa gerak cepat, hal ini cukup menyulitkan hahaha.. seketika mood gue memburuk dan berharap segera bisa berganti pakaian dan sepatu! Ya Allah tolong hamba!

Finally, setengah 10 gue dan Argo ganti pakaian resepsi. Dan sedikit touch up. Di sini lega banget rasanya. Sepatu keds gue dari Converse All Star warna putih dengan nuansa gold. Talinya gue ganti dengan pita rambut warna putih biar lebih girly. Tadinya, gue dan Argo sempat nyari ke store Keds, Cottonink, hingga Payless, tapi nggak ada yang cocok, mulai dari harga hingga model. Pengennya sih yang bisa kepakai lagi untuk kegiatan sehari-hari.

Argo pakai Oxford shoes yang dia beli online di Instagram. Cuma gue lupa euy apa merek atau akunnya. Sejak akad dia sudah pakai sepatu ini, nggak pake sewa-sewaan. Sekalian buat koleksi sepatu kerja, nih, masnya.

  1. The crown and boutonniere

Gue mesen flower crown costumize sekaligus boutonniere (semacam bros bunga yang ditusukkan di lidah jas) untuk Argo di Farida Crown (IG: @faridacrown). Kita bisa request warna bunga sesuai tema pernikahan kita, lho. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan hingga pengiriman kurang lebih 7-8 hari dari lokasi pengiriman di Solo. Harganya pun variatif. Packagingnya juga rapih. Senengnya di sini karena flower crownnya bisa diset-up sesuai size kepala karena dilengkapi pita pengikat di bagian belakang. Sejak awal, gue memang sudah bilang ke Bu Eka ingin menggunakan flower crown sebagai pelengkap baju resepsi.

Soal boutonniere, Argo nggak pernah request, sih. Tadinya doi malah kepikiran sapu tangan atau bunga yang diselipin ke saku. Cuma setelah gue googling-googling dan menemukan penggunaan boutonniere pada acara-acara formal di jas-jas pria (halah), gue pesenin aja langsung.

Segini dulu tulisan soal perintilan nikah gue, poinnya lainnya masih ada, yaitu soal undangan dan souvenir atau lainnya mungkin yang belum teringat. Utamanya hal-hal yang nggak dipegang sama Bu Eka, sih, yang diurus langsung sama gue dan Argo he he he . . . Tapi akan gue tuliskan di postingan berikutnya, yes. Mau kerja dulu, Bos! See ya~

PS: I have not enough pics about the things ive mentioned above. Semuanya gue simpulkan lewat 1 foto resepsi dan 1 foto akad via hape aja ya. Foto-foto dari fotografernya sudah jadi tapi belum sampai ke tangan gue ha ha ha.. Nanti diupdate, deh, fotonya (kalau inget).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s