Ulang Tahun Bukan seperti Tahun-Tahun Sebelumnya

Ketika kita memiliki orang tua atau kerabat berusia lanjut yang kerap lupa ulang tahunnya mungkin kita heran kenapa mereka bisa lupa hari penting itu. Selain karena pertambahan usia tentunya. Namun, tentu saja tidak semua manusia usia muda juga selalu ingat atau menganggap penting hari ulang tahun sendiri atau orang lain.

Seiring usia yang bertambah, saya tampaknya setuju jika ulang tahun bukanlah lagi hari yang sakral-sakral banget. Umur berkurang. Apalagi kalau bertambah usia tidak dibarengi pertambahan pencapaian, lebih tidak luar biasa lagi.

Dulu, saya, dan saya yakin banyak di antara kalian, yang selalu menanti hari ulang tahun sendiri: surprise dari orang terdekat, kado-kado, kue ulang tahun, bahkan menerka-nerka siapa yang akan mengucapkan pertama kali di jam 00.01. Kita mungkin menghitung jumlah ucapan yang masuk ke ponsel atau media sosial dan lain-lain. Iya, saya pernah melakukan beberapa momen itu hehe..

Tapi, sekarang kerasa kalau momen pertambahan umur lebih pas dirayakan dengan mengaminkan doa dari orang yang mengucapkan (dan ingat tentu saja) atau sekadar berbagi kebahagiaan dengan orang terdekat atau teman, seperti makan-makan, sebagai ungkapan syukur sudah diberi umur sejauh ini. Tapi, saya, sih, tetap nggak nolak kalau ada yang kasih hadiah. Apalagi suami (bahkan sejak masih pacaran) suka nawarin hadiah yang akhirnya pas hari H malah lupa beliin. Akhirnya, saya yang menagih janji :p

Jadi, kalau usia 20-an atau late 20-an suka bilang “eh, ini tanggal sekian ya (hari ulang tahunnya)” ketika diucapkan selamat, sekarang saya nggak heran-heran amat, sih. Kalau tradisi minta traktir atau makan-makan, sih, akan selalu ada. Malah makin bertambah umur budget traktirnya akan lebih tinggi. Ya, kan?

24 Desember kemarin (masih belum berubah) saya berulang tahun kesekian. Sudah late 20-an. Suami sempat nanya, “Apa ulang tahun masih menjadi hari yang spesial buat kamu?”. Saya jawab ya saat itu. Karena dasarnya, suami justru lebih selow dalam menyambut dirgahayu-dirgahayu-an seperti itu, meski ulang tahunnya sendiri. Padahal usianya lebih muda dari saya. Memang sejak di keluarga, suami tidak pernah dibiasakan menganggap ‘wah’ ulang tahun, sedangkan saya, saat kecil (kalau tidak salah hingga usia 5 tahun) selalu merayakan hari ulang tahun, meski hanya di rumah dengan nasi tumpeng dan mengundang anak-anak tetangga.

Masih ingat dulu saya kerap mendapat banyak kado, salah satunya yang paling membekas dalah kaset soundtrack Kstaria Baja Hitam yang kala itu benar-benar hits. Ibu akan memakaikan dress superfeminin yang sayapun tidak nyaman memakainya karena bahannya bikin gerah dan gatal, kata saya, hahaha.. (dasar anaknya saja nggak bisa feminin). Saat dewasa, kuliah hingga bekerja, saya pun masih beberapa kali mendapatkan surprise kecil-kecilan dari teman-teman yang membawakan kue tart.

Mungkin itu sebabnya suami kerap lupa juga janjinya membelikan saya kado (alasan). Toh, sedewasa dan setua apa pun usia manusia, tidak salah merayakan hari jadi. Bukan masalah umur, kan? Hanya masalah kebiasaan dan kenyamanan. Ulang tahun kemarin saya akhirnya hanya mentraktir suami nonton bioskop dan makanannya, meski tidak ulang tahun pun hal itu biasa kami lakukan satu sama lain.

Jika mau dihitung-hitung, saya mendapat kado luar biasa di pertambahan umur tahun ini: keluarga baru, hidup baru, dan jabang bayi yang kini berusia 4 bulan di rahim saya. Kado yang belum pernah saya dapatkan seumur-umur jika hanya dibandingkan dengan barang-barang (bukan berarti saya tidak menyukai semua kado yang pernah saya terima. Terima kado, kok). Usia bertambah memang harus diimbangi dengan doa yang kian getol. Sekarang, apalagi, daftar doa saya juga bertambah. Ada suami, jabang bayi, keluarga besar, dan harapan akan keluarga kecil saya di masa depan. Semoga semua selalu sehat, baik, dan sesuai harapan. Amin.

So, (still) happy birthday to me. You are doing good so far and should be better always.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s